Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Vaksin Corona China, Berikut 3 Kandidat Yang Bakal Dipakai di Indonesia

Selasa, 25 Agustus 2020 | 6:38:00 PM WIB Last Updated 2020-08-25T14:53:50Z


Pengembangan vaksin Corona di Indonesia (Dok.detikcom)
Koranelektronik.com, Prof Wiku Adisasmito selaku Juru Bicara Satgas Covid-19, mengatakan bahawa saat ini pemerintah tengah berupaya keras mendapatkan akses vaksin corona selain mengembangkan vaksin lokal buatan dalam negeri.

Hal tersebut untuk mencukupi kebutuhan vaksinasi demi melindungi rakyat Indonesia.

"kami berusaha mendapatkan akses vaksin tentunya tetap memperhatikan kualitas uji klinis dan nanti akan dilakukan vaksinasi apabila seluruh hasilnya selesai dengan baik," tutur Prof Wiku.

Prof Wiku mengatakan ada beberapa kandidat vaksin corona yang akan dikembangkan di China yang nantinya diharapkan bisa digunakan di Indonesia.

1. Sinovac

Indonesia telah mendapatkan komitmen terkait akses vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Sinovac.Saat ini sudah dilakukan uji klinis vaksin Corona Sinovac di Bandung, Jawa Barat, yang melibatkan sekitar 1.620 partisipan.

Selain itu juga, kedepannya Sinovac akan terlibat dalam pengembangan vaksin lokal 'Merah Putih' dari LBME Eijkman yang bekerja sama dengan PT.Bio Farma.

2. Sinopharm

Indonesia tengah menjajaki kerjasama dengan Sinopharm yang saat ini telah melakukan uji klinis fase 3 yang dilakukan oleh China National Biotech Group (CNBG). Uji ini diadakan dengan aliansi Uni Emirat Arat yang berbasis di Abu Dhabi.

"Sinopharm memilih UEA untuk uji klinis Sinopharm karena di sana ada 85 kebangsaan sehingga diharapkan keterwakilan dari etnis bangsa dapat terwakili di situ," kata Prof Wiku.

3. CanSino

Pemerintah Indonesia tengah berdikusi dengan CanSino, Perusahaan pertama yang menerima paten pembuatan vaksin Covid-19 di China. Vaksin Corona yang dikembangkan oleh CanSino dibuat dari protein virus Covid-19 dengan cara vektor yang sudah dilemahkan.

"Pihak CanSino kini tengah bernegoisasi lebih lanjut untuk uji klinis di negara lain termasuk di Indonesia, Kata Prof Wiku.
×
Berita Terbaru Update