Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Vaksin Covid-19 Hampir Siap, Siapakah yang Berhak Akan Divaksinasi Lebih Dulu?

Selasa, 04 Agustus 2020 | 2:47:00 PM WIB Last Updated 2020-08-04T06:47:35Z


Ilustrasi vaksin Corona (Foto: iStock)

Koranelektronik.com - Saat ini telah banyak perusahaan farmasi yang telah melakukan uji klinis vaksin virus Corona di berbagai negara. Percepatan produksi vaksin Covid-19 dilakukan sebagai upaya mengakhiri pandemi virus Corona.

Namun tak sedikit pihak yang khawatir soal siapa yang pertama kali akan mendapatkan vaksin apabila produksi vaksin Covid-19 telah rampung. Hal ini muncul di Amerika Serikat usai otoritas kesehatan AS menargetkan setidaknya bulan depan warganya sudah mendapat rancangan pedoman vaksinasi Covid-19.

Direktur National Institutes of Health, Dr Francis Collins, menjelaskan akan banyak pihak yang merasa paling berhak mendapatkan vaksin lebih awal.

"Tidak semua orang akan menyukai jawabannya. Akan ada banyak pihak yang merasa bahwa mereka seharusnya berada diurutan teratas," jelas Dr Collins dikutip dari AP News.

Secara umum, kelompok pertama yang harus diberikan vaksin adalah petugas kesehatan dan mereka yang renta terinfeksi penyakit. Tetapi Dr Collins mempunyai gagasan baru yaitu memprioritaskan orang yang secara geografis berada di wilayah yang penyebaran virusnya paling tinggi.

Kelompok lain yang juga perlu dipertimbangkan merupakan relawan vaksin yang tak mendapatkan vaksin asli saat melakukan uji klinis.

"Kita berhutang pada mereka. Mereka ibarat prioritas khusus," katanya.

Sejumlah perusahaan yang telah melakukan uji klinis vaksin sangat banyak melibatkan relawan. Di AS, tiga vaksin yang dikembangkan perusahaan Modern dan Pfizer masing-masing melibatkan 30 ribu relawan.

Penentuan ini merupakan delima global. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga sedang mengalami kesulitan untuk mengutamakan siapa yang akan mendapatkan vaksin pertama kali. Keputusan semakin sulit ketika negara-negara kaya dunia sudah mulai 'memborong' vaksin.

Center for Disease Control and Prevention (CDC) sendiri menyarankan memberi vaksin Covid-19 kepada 12 juta penduduk dengan kondisi kesehatan paling kritis, tenaga keamanan nasional, dan pekerjaan penting lainnya.

Selanjutnya, 110 juta dosis diberikan kepada orang yang berisiko terpapar virus Corona paling tinggi, termasuk penduduk berusia di atas 65 tahun yang tinggal di fasilitas  perawatan jangka panjang. Atau orang-orang yang dengan kondisi kesehatan buruk.

Pertimbangan lainnya adalah populasi masyarakat miskin yang tinggal di lingkungan padat penduduk dan kurang memiliki akses untuk perawatan kesehatan.
×
Berita Terbaru Update