Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Virus Corona Terdeteksi Di Sayap Ayam Impor Dari Brasil

Jumat, 14 Agustus 2020 | 11:57:00 AM WIB Last Updated 2020-08-14T03:57:04Z


Ilustrasi daging ayam beku

KoranElektronik.com - Penelitian di China menemukan adanya virus corona di sayap ayam beku impor dari Brasil, semuah sampel sayap ayam beku impor dari Brasil di tes dan terbukti positif virus corona di kota Shenzhen, China Selatan, kata pihak berwenang pada kamis (13/8/2020).

Virus corona terdeteksi pada Rabu (12/8/2020), pada sebuah penemuan sampel yang diambil dari sekumpulan sayap ayam selama pemindaian atau pemeriksaan makanan beku impor di distrik Longgang, Shenzhen, kata pemerintah kota tersebut dalam sebuah pernyatan, dilansir dari CNN, Kamis (13/8/2020). Namun pejabat tidak menyebutkan merek produk.

otoritas kesehatan Shenzhen langsung menelusuri dan melakukan tes terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan produk tersebut, dan hasilnya semua negatif, seluruh persediaan produk berkaitan disegel dan di tes negatif, kata pernyataan tersebut.

Saat ini pihak berwenang tengah menelusuri produk yang berkaitan dari merek yang sama yang telah terjual, dan melakukan disinfektan di wilayah di mana sayap ayam yang terpapar virus corona itu disimpan.

Sejauh ini Brasil melaporkan lebih dari 3,1 juta kasus virus corona, tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat, menurut data Universitas Johns Hopkins.

Sejak Juli, ada tujuh kasus di mana virus terdeteksi pada kemasan produk makanan laut impor di seluruh China, dari provensi Shandong di pantai timur hingga kota Madya Chongqing di barat, menurut laporan media pemerintah.

Insiden ini memicu kekhawatiran atas keamanan pangan impor. Otoritas kesehatan China telah berulang kali memberi tahu publik agar berhati-hati dalam membeli daging dan makanan laut impor. Di media sosial China, beberapa pihak menyerukan penangguhan semua impor makanan beku.

Tapi otoritas kesehatan, termasuk WHO dan pusat pengendalian dan pencegahan penyakit AS (CDC) telah menyampaikan kemungkinan terpapar vitus dari makanan itu rendah.

"Sangat tidak mungkin orang dapat tertular Covid-19 dari makanan atau kemasan makanan," kata WHO.

Menurut CDC, resiko penularan virus dari produk makanan, kemasan makanan, atau tas makanan "dianggap sangat rendah".

Kedua lembaga menunjukkan, penyebaran virus corona sebagian besar dari orang ke orang melalui tetesan cairan pernapasan saat orang yang terinfeksi itu batuk, bersin, atau berbicara.

Meskipun mungkin untuk tertular Covid-19 dengan menyentuh permukaan atau benda termasuk makanan atau kemasan makanan yang mengandung virus di atasnya dan kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mungkin mata anda, itu bukan penyebab utama cara virus menyebar, menurut CDC.

"Sampai saat ini tidak ada bukti virus yang menyebabkan penyakit pernapasan ditularkan melalui makanan atau kemasan makanan. Virus corona tidak dapat berkembang biak dalam makanan, mereka membutuhkan hewan atau inang manusia untuk berkembang biak," kata WHO.

Ahli pengobatan pernapasan Universitas China Hong kong, David Hui Shu-cheong mengatakan, produk makanan impor yang di tes positif di China hampir pasti telah terkontaminasi selama pengemasan.

Tetapi dia mengatakan itu tidak berarti bahwa mereka menular, tes asam nukleat dapat mendeteksi RNA dari virus yang mati. Sia-sia virus tersebut diketahui telah menimbulkan hasil 'false positif' pada pasien yang sudah sembuh dari virus corona, seperti di Korea Selatan.

Jika virus yang diambil dari produk makanan dapat ditanam di laboratorium, maka mereka menular, katanya, seraya menambahkan bahwa virus corona dapat bertahan pada suhu beku dan masih aktif saat dicairkan.

Otoritas China telah meningkatkan pemeriksaan atau screening produk daging dan makanan laut impor sejak Juni, ketika wabah virus corona di Beijing muncul dari pasar makanan grosir terbesar di kota itu.

Media pemerintah melaporkan pada saat virus itu ditemukan di papan pemotong yang digunakan untuk mengimpor salmon di pasar, mencorong supermarket di ibukota China untuk menurunkan salmon dari rak mereka.

Tetapi pejabat di Pusat pengendalian dan pencegahan penyakit China telah mencoba untuk meredakan kekhawatiran tersebut.

"Kami tidak dapat menyimpulkan bahwa salmon adalah sumber infeksi hanya karena virus corona baru terdeteksi di papan (pemotong) penjual," kata Wu Zunyou, kepala ahli epidemiologi di CDC China, kepada komisi pusat untuk Inspeksi disiplin.

Wu mengatakan papan pemotong itu bisa saja terkontaminasi oleh pemilik atau pelanggan yang terinfeksi, atau produk lain yang membawa virus.

Pada Juli, wabah virus corona baru di kota Dalian di provinsi Liaoning, China utara, dikaitkan dengan perusahaan makanan laut, yang memproses makanan laut impor dan domestik.

[MA/KE]


×
Berita Terbaru Update