LATEST IN TECH

Technology/feat-big

Iklan

Iklan

WHO Sebut Herd Immunity Masih Jauh, Kasus virus Corona Global Tembus 22 Juta

Kamis, 20 Agustus 2020 | 2:26:00 PM WIB Last Updated 2020-08-20T06:26:04Z
(Foto ilustrasi: National Institute of Allergy and Infectious Diseases)

Koranelektronik.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan dunia masih jauh dari tingkat imunitas yang dibutuhkan untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) terhadap virus Corona. Hal ini diumumkan bersamaan dengan kasus Corona global yang sudah menembus lebih dari 22 juta kasus.

Dilansir dari laman South China Morning Post (SCMP), telah lebih dari 780.000 kematian terkait infeksi virus Corona (Covid-19) dilaporkan di seluruh dunia. Amerika Serikat (AS) menjadi negara dengan kematian kasus Corona terbanyak yakni lebih dari 171.000 jiwa, diikuti oleh Brasil, Meksiko, India, dan Inggris.

Herd immunity biasanya bisa dicapai dengan vaksinasi. Sebagian besar ilmuwan memperkirakan setidaknya membutuhkan 50-70 persen populasi dunia yang mempunyai antibodi Covid-19 untuk bisa mendapatkan hal itu.

Kepala program kedaruratan (WHO), Dr Michael Ryan, menjelaskan bahwa tak seharusnya herd immunity dijadikan harapan. Ini dikarenakan akan ada banyak orang 'dikorbankan' jika virus dibiarkan begitu saja mewabah demi mendapatkan kekebalan secara alami.

"Sebagai populasi global, kita masih jauh dari tingkat imunitas yang dibutuhkan untuk menghentikan penularan penyakit ini," ungkap Dr Ryan.

Sebagian besar penelitian yang dilakukan saat ini memperlihatkan hanya sekitar 10 persen hingga 20 persen orang di dunia yang mempunyai antibodi terhadap virus Corona.
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • WHO Sebut Herd Immunity Masih Jauh, Kasus virus Corona Global Tembus 22 Juta

Trending Now

Iklan