Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Abu Dhabi Gunakan Gelang Pelacak untuk Memantau Karantina Turis

Rabu, 23 September 2020 | 1:39:00 PM WIB Last Updated 2020-09-23T05:39:54Z


Abu Dhabi Gunakan Gelang Pelacak untuk Memantau Karantina Turis (Foto: Google)
Koranelektronik.com , Abu Dhabi - Turis yang memasuki Abu Dhabi saat pandemi seperti ini diminta untuk menjalani karantina. Untuk melacaknya, pemerintah mewajibkan pelancong memakai gelang pelacak elektronik.


Abu Dhabi, yang sempat tak mau bertaruh untuk membuka pintu bagi orang asing, akhirnya bakal memberi ruang untuk wisatawan  asing saat pandemi virus Corona. Untuk mengantisipasi orang luar menyebarkan Covid-19, Abu Dhabi menyiapkan serentetan prosedur pelacakan.


Lewat Etihad dan dikutip Lonely Planet, Abu Dhabi mengumumkan pelancong harus menjalani tes suhu badan melalui sensor trmal dan diuji Covid-19. Kemudian, mereka harus melakukan karantina selama 14 hari. Gelang tersebut dibagikan di bandara.


Gelang tersebut merupakan sensor pelacakan elektronik untuk turis agar pemerintah bisa dengan mudah memantau pelaksanaan karantina turis. Setelah tinggal di Abu Dhabi selama 96 jam setelah penerbangan, pelancong wajib menjalani tes Covid-19.


Seperti banyak negara lain, Uni Emirat Arab (UEA) mengalami peningkatan jumlah kasus virus Corona setelah sempat menunjukkan penurunan beberapa bulan terakhir. Memang, jumlah kematian tetap jauh lebih rendah daripada di bulan April dan Mei pada puncak wabah. UEA mencatat jumlah kasus harian baru tertinggi di seluruh pandemi pada 12 September.


UEA telah memperkenalkan sejumlah cara inovatif untuk meredam virus Corona di bandara Internasional yang dimiliki, yang pernah menjadi bandara tersibuk di dunia itu. Sebelum Abu Dhabi mengenalkan gelang pelacak elektronik, bandara Dubai melatih anjing pelacak untuk mendeteksi Covid-19 pada penumpang. Selain itu, Emirates berjanji akan menanggung biaya pelancong jika mereka didiagnosis dengan virus Corona.


Beberapa tempat lain di dunia juga telah menerapkan atau sedang mempertimbangkan teknologi geolokasi serupa. Semua pendatang baru di Singapura diharuskan memakai perangkat pemantau elektronik sejak pertengahan Agustus.


Sementara itu, Hawaii sedang mempertimbangkan untuk mengizinkan wisatawan menjalani karantina 'resort bubble' serta dilengkapi alat pelacak. Cara lain dipilih Thailand, yakni dengan visa jangka panjang khusus pandemi sebab turis asing wajib tinggal dalam jangka waktu yang panjang untuk memudahkan melacak Covid-19.


(MRD/KE)

×
Berita Terbaru Update