Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Dokter Spesialis Paru Sebut Rokok Elektrik Sama Berbahayanya Dengan Rokok Konvensional

Jumat, 04 September 2020 | 5:37:00 PM WIB Last Updated 2020-09-04T09:59:02Z


Rokok Elektrik (Foto: Google)



Koranelektronik.com, Jakarta - Erlina Burhan, dokter spesialis paru Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, menyebutkan bahwa rokok elektronik tak lebih aman dari rokok konvensional.


Baik rokok elektronik maupun konvensional sama-sama beresiko membuat penyakit.


"Mitos yang mengatakan rokok elektronik lebih aman dan tidak beresiko. Itu juga tidak benar," kata Erlina dalam diskusi virtual, Jum'at (4/9/2020).


Erlina mengatakan bahwa rokok elektronik mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh penggunanya.


Bahan kimia tersebut mengandung zat yang bersifat karsinogenik sehingga dapat memicu kanker.


Oleh karena itu, pengguna rokok elektronik maupun konvensional lebih mudah mengalami infeksi.


"Rokok elektrik itu sama berbahayanya dengan rokok konvensional. Jadi tidak ada yang membedakan ini karena itu membuat perokok lebih mudah mengalami infeksi," ujarnya.


Erlina menyebut, merokok dapat menurunkan imunitas tubuh sehingga seorang perokok akan lebih akan lebih rentan terkena Covid-19.


Erlina juga mengatakan bahwa merokok dapat melumpuhkan mucocilliary clearance (proses penjernihan) di saluran pernapasan.


Hal ini yang menyebabkan virus corona dapat dengan mudah masuk ke dalam tubuh seorang perokok.


"Merokok ini melemahkan sistem imun sehingga tubuh sulit untuk melawan virus corona yang masuk," ujar Erlina.


Oleh karena itu, dengan adanya pandemi Covid-19 ini, Erlina mengajak masyarakat untuk berhenti merokok.


Pandemi virus corona dinilai menjadi momentum tepat untuk masyarakat beralih ke gaya hidup sehat.


"Berhenti merokok segera. Masa pandemi ini adalah momentum yang tepat untuk kita mengimbau orang untuk berhenti merokok," kata Erlina. 


(MRD/KE)

×
Berita Terbaru Update