Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Jepang Punya Bus Tanpa Supir dan Bayar Pakai Wajah

Rabu, 09 September 2020 | 9:03:00 AM WIB Last Updated 2020-09-09T01:03:58Z


Bus (Dok. Youtube)

Koranelektronik.com - Jepang melakukan uji coba pada bus yang mampu melaju tanpa disopir manusia. Setelah sebelumnya membuat mobil terbang, Jepang kembali berinovasi membuat bus tanpa sopir.

Bus ini dikembangkan oleh perusahaan transportasi publik bersama dengan raksasa telekomunikasi NTT Docomo dan Gunma University.

Dilansir dari Sora News 24, Selasa (8/9/2020) bus yang mampu melaju tanpa sopir itu di uji coba di Kota Maebashi di Prefektur Gunma. Kota dengan jumlah penduduk yang tak terlalu padaat ini, memang lebih mengandalkan kendaraan pribadi daripada kendaraan umum, sehingga lokasinya cocok untuk uji coba bus tanpa sopir ini.

Bus ini menggunakan sensor untuk memantau lalu lintas dan rambu di sekitarnya. Teknologinya juga disinkronkan dengan informasi lalu lintas dan sistem geografi melalui koneksi 5G.

Sementara itu, Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Perindustrian juga melakukan uji coba bus untuk rute antarkota bekerja sama dengan perusahaan bus regional. Sebelumnya, bus tersebut sudah dicoba di Kota Mita dengan menempuh jarak sejauh 6 km. Uji coba dilakukan selama sebulan dari akhir Juli sampai dengan akhir Agustus.

Sebanyak 1.306 penumpang tercatat sudah merasakan naik bus ini. Setengah dari mereka dari mereka mengatakan bahwa bus tersebut sama baiknya dengan bus yang dikemudikan oleh manusia. Bus berjalan dengan lancar dan mampu menghadapi belokan dengan mulus.

Akan tetapi, masalah masih bisa muncul ketika bus ini berhenti. Hanya seperempat penumpang yang mengatakan proses berhenti bus baik seperti yang dikemudikan manusia.

Selain mampu berjalan tanpa sopir, bus ini juga menggunakan sistem pembayaran menggunakan wajah. Melalu scan wajah itu, informasi penumpang akan dikenali dan transaksi pun otomatis terjadi.

Scan wajah di bus (Dok. Youtube)

Teknologi ini disebut akan mempermudah lansia yang tidak nyaman ketika harus mengisi formulir atau melakukan transaksi elektronik. Namun sistem ini masih menjadi perdebatan masyarakat Jepang, karena scan ini tidak dapat dilakukan jika mereka merombak wajah mereka.

Namun, secara umum teknologi ini sangat bermanfaat terutama di masa pandemi Corona yang menganjurkan kita meminimalisir kontak fisik. Sehingga uji coba akan terus dilakukan  dan disarankan agar bus ini tidak dibiarkan menempuh jarak yang terlampau jauh.

(MRD/KE)

×
Berita Terbaru Update