Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Pelaku Penembakan Massal di Kelab Malam Turki Dibui Seumur Hidup

Rabu, 09 September 2020 | 11:46:00 AM WIB Last Updated 2020-09-09T03:46:55Z


Abdulkadir Masharipov melakukan serangan bersenjata di kelab malam eksklusif, Reina, hanya beberapa menit setelah tahun baru 2017. (AFP)
Koranelektronik.com -  Pengadilan Turki menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada seorang pria bernama Abdulkadir Masharipov karena melakukan serangan bersenjata di sebuah kelab malam di Istanbul yang menewaskan 39 orang.

Abdulkadir dijatuhi hukuman seumur hidup yang setara dengan hukuman penjara 40 tahun.

Dia melakukan serangan tersebut hanya beberapa menit setelah Tahun Baru 2017. Kelompok yang menyebut dirinya Negara Islam atau ISIS mengatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Masharipov dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena "pembunuhan yang disengaja" dan "melanggar konstitusi", demikian laporan kantor berita Turki Anadolu.

Abdulkadir juga dijatuhi hukuman tambahan 1.368 tahun atas percobaan pembunuhan terhadap 79 orang dan karena membawa senjata tanpa izin.

Sementara itu, seorang pria lainnya, Ilyas Mamasaripov, dijatuhi hukuman penjara lebih dari 1.400 tahun penjara karena membantu merencanakan aksi penembakan.

Empat puluh delapan orang terdakwa lainnya dijatuhi hukuman penjara karena menjadi anggota organisasi teroris, dan 11 orang lainnya dibebaskan, demikian media setempat melaporkan.

Apa yang terjadi dalam serangan brutal di Turki pada Tahun Baru 2017?

Sekitar pukul 01.30 waktu setempat, ketika orang-orang tengah bersuka ria menyambut tahun baru, seorang pria bersenjata melakukan penembakan di kelab malam Reina di wilayah Istanbul bagian Utara.

Masharipov tiba di kelab dengan menaiki taksi, setelah sampai disana ia bergegas masuk ke dalam kelab dengan menenteng senapan otomatis yang diambilnya di bagasi mobil.

Dari rekaman pengawas memperlihatkan muntahan peluru dari senapan mesinnya memantul dan mengenai beberapa mobil yang terpakir di depan kelab.

Masharipov menembak secara acak dan melemparkan granat agar memberi kesempatan kepada dirinya mengisi ulang peluru. Ia menembak para korban yang sudah terluka dan tergeletak di lantai, sebelum dia melarikan diri dari tempat kejadian.

Warga Israel, Prancis, Tunisia, Lebanon, India, Belgia, Yordania dan Arab Saudi termasuk daftar korban dan puluhan orang lainnya terluka.

Warga negara Uzhekistan itu akhirnya ditahan pada 17 Januari 2017 setelah melalui perburuan yang panjang.

Kepolisian di Turki telah melakukan banyak penggerebakan terhadap anggota kelompok ISIS belakangan ini. Pada Juli lau, 27 orang diduga merencanakan serangan di Istanbul berhasil ditangkap di kota itu.

Pekan lalu, pemerintah mengatakan komandan tertinggi ISIS di negara itu berhasil ditangkap.

(MRD/KE)
×
Berita Terbaru Update