Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Tertipu Jual Beli Logam Mulia Via Medsos, 4 warga Pekanbaru Rugi Ratusan Juta

Rabu, 09 September 2020 | 10:48:00 AM WIB Last Updated 2020-09-09T02:48:51Z


Logam mulia [foto;Ist]

KoranElektronik.com - Tertipu jual beli emas Antam via Facebook sedikitnya ada empat orang warga Kota Pekanbaru menjadi korban. Kerugian mereka mencapai ratusan juta.

Salah satu yang menjadi korban penipuan jual beli logam mulia tersebut adalah Wira Boru Sinaga (32). Bahkan Wira bersama tiga korban lainnya telah melaporkan kasus itu ke Ditreskrimsus Polda Riau.

Menurut pengakuannya, Ia mengalami kerugian hingga Rp121 juta. Ia memesan logam mulia tersebut lewat akun Facebook bernama Ginceu Iluva. Total logam mulia yang dia pesan seberat 200 gram. Namun setelah dipesan emas tersebut tak kunjung datang.

"Korbannya sudah banyak. Kerugian mulai Rp120 juta hingga Rp400 juta. Total sekitar 300 orang di seluruh Indonesia," kata Wira, Selasa (8/9/2020).

Wira melakukan beberapa kali pemesanan tapi belum pernah menerima pesanan tersebut. Misalnya pada 26 Juni 2020, ia telah memesan 150 gram, dan 8 Juli 2020 seberat 50 gram.

"Saya sudah coba menghubungi pihak Ginceu Iluva tapi tidak ada respons. Informasinya pemiliknya berada di Jakarta," jelas Wira.

Wira tergiur jual beli logam mulia sebanyak itu karena pada transaksi sebelumnya tidak ada kendala dan berjalan normal. Saat itu, dari waktu pemesanan paling lama hanya dua pekan emas Antam yang dipesan sudah sampai di tangannya.

"Ginceu Iluva ini langganan saya. Namun akhir-akhir ini mulai tidak jelas. Pesanan sebanyak 200 gram belum juga dikirim," tutupnya.

Menurutnya, belanja di akun tersebut ia mendapatkan harga yang lebih murah. Misalnya dengan berat 50 gram, emas Antam hanya dihargai sebesar Rp30,5 juta.

"Ya, saya harap pelakunya segera ditangkap sebelum korbannya makin banyak," tandasnya.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto, membenarkan laporan tersebut. "Benar, ada tiga korban telah melapor dan kita proses sesuai aturan yang berlaku," ujar Sunarto. [MA/KE]

×
Berita Terbaru Update