Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

WHO Sebut Uji Klinis Vaksin Covid-19 Buatan China Berhasil

Jumat, 25 September 2020 | 1:52:00 PM WIB Last Updated 2020-09-25T05:52:48Z


Ilustrasi (Foto: Google)
Koranelektronik.com - Kepala Ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Soumya Swaminathan mengatakan beberapa uji klinis vaksin Covid-19 buatan China berhasil. Maka dari itu, WHO akan memastikan akes atau pembagian vaksin Covid-19 secara merata ke seluruh negara di dunia.


Menurut WHO, ketersediaan vaksin Covid-19 diyakini bisa menjadi salah satu cara tercepat mengakhiri pandemi Corona. Selain itu, adanya vaksin Covid-19 bisa mempercepat pemulihan ekonomi seluruh negara di dunia.


"Vaksin China dapat membantu mewujudkan tujuan itu dalam waktu dekat karena beberapa vaksin telah terbukti berhasil dalam uji klinis," kata Soumya Swaminathan, kepada Ilmuwan di WHO.


China memiliki beberapa vaksin Covid-19 yang sedanhg dikembangkan. Salah satunya Sinovac, perusahaan tersebut mengumumkan vaksin CoronaVac siap didistribusikan dan disuntikkan kepada masyarakat awal 2021.


Dikutip dari CNBC, pendistribusian vaksin Covid-19 termasuk ke Amerika Serikat (AS). CEO SinoVac, Yin Weidong, juga berjanji mengajukan permohonan izin ke Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk menjual CotonaVac di AS.


"Pada awalnya, strategi kami dirancang untuk China dan Wuhan. Segera setelah itu pada Juni dan Juli kami menyesuaikan strategi kami, yaitu menghadapi dunia," katanya.


Bagaimana Pendistribusian Vaksin Covid-19?


Ada dua tahap distribusi vaksin yang rencananya akan dipelajari dan dinilai dengan cermat terlebih dahulu. Tahap pertama, vaksin akan didistribusikan secara proposional. Artinya, setiap negara yang tergabung dalam Covid-19 Vaccines Global Acces Facility (Covax) akan mendapat dosis vaksin untuk 3-20 persen dari total populasi.


Jika nyatanya pasokan vaksin masih terbatas, maka akan dialihkan ke metode alokasi yakni rencna tahap kedua. Dalam tahap ini, Covax akan mempertimbangkan tingkat resiko dari setiap negara, selanjutnya akan mengirimkan lebih banyak dosis vaksin ke negara-negara degan resiko tinggi tersebut.


(MRD/KE)
×
Berita Terbaru Update