Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Hari Ketiga, Demo Mahasiswa Tolak UU Cipta Kerja di Samarinda

Jumat, 09 Oktober 2020 | 8:54:00 AM WIB Last Updated 2020-10-09T00:54:20Z


Foto : Hari ketiga, Mahasiswa Melakukan Demo di depan Kantor DPRD Kaltim


Koranelektronik.com, Samarinda- Demo mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta kembali berlanjut hari ini, Kamis (08/10/2020).


Untuk kali ketiga, mereka melakukan aksi di depan DPRD Kalimantan Timur, Jalan Teuku Umar, Samarinda, setelah sebelumnya melakukan aksi yang sama di depan Kantor Gubernur dan di Simpang Empat Mall Lembuswana Samarinda.


Berawal dari titik kumpul di Islamic Center Samarinda, mahasiswa kemudian berjalan kaki (long march) ke Kantor DPRD Kaltim pukul 14.00 Wita.


Kali ini, Jumlah mahasiswa yang melakukan aksi jauh lebih besar. Tercatat lebih dari seribu orang berkumpul dan melakukan orasi di depan Kantor DPRD Kaltim.


Tuntutan mahasiswa dalam aksi ini masih sama yakni menolak Undang Undang Cipta Kerja yang baru disahkan oleh DPR RI dan berharap dibatalkan.


"Tuntutan kami yaitu cabut Undang Undang Cipta Kerja," ucap Muhammad Akbar, Humas Aliansi Mahasiswa Mahakam.


Dari Pantauan Media Koranelektronik.com, pihak Kepolisian dan TNI telah berada di Kantor DPRD Kaltim sejak pagi hari hingga siang untuk mengamankan aksi hari ini.


Akibat aksi ini, Jalan Teuku Umar ditutup sementara dan arus lalu lintas dialihkan ke jalur alternatif oleh pihak Kepolisian.


Dalam aksinya, mahasiswa melakukan beberapa kegiatan antara lain orasi, bakar ban, sempat terjadi pelemparan botol plastik ke arah petugas Kepolisian bahkan ada yang memanjat baliho di depan Kantor DPRD Kaltim dan merobek spanduknya.


Maksi, salah seorang mahasiswa aksi mengatakan bahwa tidak semua temannya bisa ikut unjuk rasa.


"Teman saya tidak bisa ikut semua, karena sebagian ada yang pulang kampung, karena belajarnya online," terangnya.


Ada beberapa hal yang diabaikan dalam aksi ini dan patut mendapat perhatian serius di masa pandemi Covid-19 yakni tidak menjaga jarak, berkerumun dan banyak yang tidak memakai masker dengan benar.


Aksi ini berakhir sekitar pukul 18.00 WITA dan mahasiswa membubarkan diri.



Editor   : Santi Dwi Lestari

×
Berita Terbaru Update